Sabtu, 09 April 2011

Persada Hampa

Sayang… dengarkanlah, syair kau tulis kulagukan
Moga jadi siulan suatu masa
Dan moga engkau kan mengerti, dengan suara indah,
Hanya itu yang mampu kuberi

Di dalam mimpiku, syair indah yang masih kubaca hangus terbakar
Dengan tak kusangka yang kumimpi rupanya terjadi, punah semuannya…

Kesepian kini menyusuri hari, syair nan dirindu kubawa bersama
Tinggallah irama terus kulagukan, kekal ia
Bersama serpihan harapan kita yang punah

Kita tak menduga dari kenalan lahir sayang hingga ku terlupa kau siapa…
Selautan kasih kukalungkan dan selautan sayang
Ku persia di persada hampa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar